Posted on
August 07, 2010 by
daus
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di http://www.muhfida.com
Muhfida.com mempunyai kata dasar yaitu Muhfida, yang merupakan singkatan dari nama pendirinya yaitu Muhammad Firdaus disingkat menjadi Muhfida. Muhfida.com didirikan tanggal 20 November 2008 dan sampai sekarang masih berdiri. Point penting dari didirikannya web/blog ini dikarenakan masih minim dan kurangnya artikel yang berhubungan dengan pendidikan secara umum di internet khususnya Indonesia.
Mudah-mudahan saya selaku pengelola muhfida.com di berikan kekuatan dan kemudahan untuk menampilkan artikel yang bermanfaat sekaligus menarik di kemudian hari. Saya berharap para pembaca artikel memberikan “LINK” ke blog ini secara sukarela, agar dapat memberikan sumbangsih manfaat yang lebih besar untuk pendidikan Indonesia, yaitu di:
http://www.muhfida.com
Atau jika ingin bertukaran link dengan blog ini silahkan kirim e-mail ke muhfida@gmail.com atau di muhammadfirdaus30@gmail.com Terima kasih
Tags: pasang link web traffik tinggi, tukaran link, tukaran link di blog traffik tinggi, web pagerank 1
Category
Uncategorized
Posted on
June 25, 2010 by
daus
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:
”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. baca lebih lengkap tentang penyusunan RPP terbaru……
Tags: contoh penyusunan RPP, nomor 41 tahun 2007, PP 19 tahun 2005 pasal 20, rencana pelaksanaan pembelajaran, RPP sesuai dengan permendiknas, RPP terbaru
Category
UTAMA
Posted on
May 28, 2010 by
daus
Tags: buku SD, BUKU SMA, BUKU SMK, BUKU SMP, download bse
Category
UTAMA
Posted on
May 27, 2010 by
daus
Download Standar Kompetensi-Kompetensi dasar
Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, menetapkan:
1. Standar Isi
2. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, tingkat :
Baca dan download lebih lengkap……….
Tags: agama islam, bahasa indonesia, bahasa inggris, Download, kompetensi dasar, matematika, penjas, PKN, SMA, SMP, Standar kompetensi, standar kompetensi SD
Category
Uncategorized
Posted on
May 24, 2010 by
daus
Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut bisa tercapai bila pebelajar dapat menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya dengan hasil belajar yang baik. Hasil belajar seseorang ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang ada di luar individu adalah tersedianya bahan ajar yang memberi kemudahan bagi individu untuk mempelajarinya, sehingga menghasilkan belajar yang lebih baik. Selain itu juga gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil untuk pebelajar merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar (NASSP dalam Ardhana dan Willis, 1989 : 4)….Baca selengkapnya…..
Tags: apa itu gaya belajar?, gaya belajar, penerapan gaya belajar
Category
Uncategorized
Posted on
May 17, 2010 by
daus
Kumpulan metode pembelajaran/pendampingan
CERAMAH
Pengertian
Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode yang bervariasi. Mengapa disebut demikian, sebab ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat, disko, pleno, penugasan, studi kasus, dll). Selain itu, ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah yang cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui adanya tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan pengalaman peserta. Media pendukung yang digunakan, seperti bahan (handouts), transparansi yang ditayangkan dengan OHP, bahan presentasi yang ditayangkan dengan LCD, tulisan-tulisan di kartu metaplan dan/kertas plano, dll.
DISKUSI UMUM (DISKUSI KELAS)
Pengertian
Metode ini bertujuan untuk tukar menukar gagasan, pemikiran, informasi/ pengalaman diantara peserta, sehingga dicapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan, kesimpulan). Untuk mencapai kesepakatan tersebut, para peserta dapat saling beradu argumentasi untuk meyakinkan peserta lainnya. Kesepakatan pikiran inilah yang kemudian ditulis sebagai hasil diskusi. Diskusi biasanya digunakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penerapan berbagai metode lainnya, seperti: penjelasan (ceramah), curah pendapat, diskusi kelompok, permainan, dan lain-lain.
CURAH PENDAPAT (BRAINSTORMING)
Pengertian
Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. …………….baca selengkapnya………….
Tags: BERMAIN PERAN (ROLE-PLAY), CERAMAH, CURAH PENDAPAT (BRAINSTORMING), DEMONSTRASI, DISKUSI KELOMPOK, DISKUSI UMUM (DISKUSI KELAS), Kumpulan metode pembelajaran/pendampingan, PERMAINAN (GAMES), PRAKTEK LAPANGAN, SANDIWARA, SIMULASI
Category
Uncategorized
Posted on
May 17, 2010 by
daus
Uraian berikut ini adalah untuk menjawab pertanyaan, bagaimana siswa belajar? Dengan memahami uraian ini, guru (kita) bisa menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi siswa. Bukankah pemberian harus diselaraskan dengan mereka yang akan menerima pemberian sehingga dapat bermanfaat secara optimal, dan tidak sebaliknya.
Model-model belajar yang dimaksud pada judul di atas adalah berbagai cara-gaya belajar siswa dalam aktivitas pembelajaran, baik di kelas ataupun dalam kehidupannya sehari-hari antar sesama temannya atau orang yang lebih tua. Dengan memahami model-model belajar ini, diharapkan para guru (kita semua) dapat membelajarkan siswa secara efisien sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.
Ada berbagai model belajar yang akan dibahas, yaitu:
1. Peta Pikiran
Buzan (1993) mengemukakan bahwa otak manusia bekerja mengolah informasi melalui mengamati, membaca, atau mendengar tentang sesuatu hal berbentuk hubungan fungsional antar bagian (konsep, kata kunci), tidak parsial terpisah satu sama lain dan tidak pula dalam bentuk narasi kalimat lengkap. Sebagai contoh, kalau dalam pikiran kita ada kata (konsep) Bajuri, maka akan terkait dengan kata lain secara fungsional, seperti gemuk, supir bajay, kocak, sederhana, atau ke tokoh lain Oneng, Ema, Ucup, Hindun, dan lain-lain dengan masing-masing karakternya. Demikian pula kata dalam pikiran kita terlintas FKIP Universitas Langlangbuana Bandung akan terkait alamatnya, pejabatnya, dosen-dosen dan staf administrasi, dan besar penghargaan untuk perkuliahan per-sks. Silakan anda mencoba menuliskan / menggambarkan peta pikiran tentang Bajuri dan FKIP Unla di atas. Kalau dibuat narasinya akan ada perbedaan redaksi, meskipun dengan makna yang tidak berbeda.
Dalam bidang studi keahlian anda, misalnya ambil satu materi dalam pelajaran Matematika, Akuntansi, Agama, atau yang lainnya. Silakan buat (tulis-gambar) peta pikiran yang terlintas kemudian narasikan secara lisan. Tulisan atau gambar peta pikiran tersebut dinamakan dengan peta konsep (concept map).
Selanjutnya Buzan mengemukakan bahwa cara belajar siswa yang alami (natural) adalah sesuai dengan cara kerja otak seperti di atas berupa pikiran. Yang produknya berupa peta konsep. Dengan demikian belajar akan efektif dengan cara membuat catatan kreatif yang merupakan peta konsep, sehingga setiap konsep utama yang dipelajari semuanya teridentifikasi tidak ada yang terlewat dan kaitan fungsionalnya jelas, kemudian dinarasikan dengan gaya bahasa masing-masing. Dengan demikian konsep mendapat retensi yang kuat dalam pikiran, mudah diingat dan dikembangkan pada konsep lainnya. Belajar dengan menghafalkan kalimat lengkap tidak akan efektif, di samping bahasa yang digunakan menggunakan gaya bahasa penulis. Mengingat hal itu, sajian guru dalam pembelajaran harus pula dikondisikan berupa sajian peta konsep, guru membumbuinya dengan narasi yang kreatif…….baca selengkapnya ……….
Tags: Kebermaknaan Belajar, Kecerdasan Ganda, Komunikasi, Konstruksivisme, Metakognitif, model belajar, peta pikiran, Prinsip Belajar Aktif
Category
UTAMA
Posted on
May 17, 2010 by
daus
EXAMPLES NON EXAMPLES
CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD
- Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
- Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
- Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
- Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
- Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
- Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
- Kesimpulan
PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
- Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
- Menyajikan materi sebagai pengantar
- Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
- Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
- Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
- Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
- Kesimpulan/rangkuman
…………..baca selengkapnya…………………
Tags: kumpulan model pembelajaran, langkah-langkah model pembelajaran, metode pembelajaran, model-pembelajaran
Category
Uncategorized
Posted on
May 17, 2010 by
daus
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri:
- untuk memuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara bekerja sama
- kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah
- jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang heterogen ras, suku, budaya, dan jenis kelamin, maka diupayakan agar tiap kelompok terdapat keheterogenan tersebut.
- penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan.
Tujuan Pembelajaran Kooperatif
- Hasil belajar akademik , yaitu untuk meningkatkan kinerja siswa dalm tugas-tugas akademik. Pembelajaran model ini dianggap unggul dalam membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang sulit.
- Penerimaan terhadap keragaman, yaitu agar siswa menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai macam latar belakang.
- Pengembangan keterampilan social, yaitu untuk mengembangkan keterampilan social siswa diantaranya: berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau mengungkapkan ide, dan bekerja dalam kelompok.
………………..baca selengkapnya…………………
Tags: jenis-jenis pembelajaran kooperatif, langkah-langkah pembelajaran kooperatif, model kooperatif, pembelajaran, pembelajaran kooperatif
Category
UTAMA
Posted on
May 17, 2010 by
daus
Model-Model Pembelajaran
Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.
Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi.
1. Koperatif (CL, Cooperative Learning).
Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan orang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembagian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.
Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan.DOWNLOAD
……………BACA SELENGKAPNYA……….
Tags: AIR (Auditory Intellectualy Repetition), and Composition), Artikulasi, bse, bse download, bse sd, CIRC (Cooperative, Circuit Learning, Complette Sentence, Concept Sentence, Cooperative Script, CORE (Connecting Organizing Refleting Extending), Course Review Horay, CPS (Creative Problem Solving), CRI (Certainly of Response Index), Debate, Demostration, DLPS (Double Loop Problem Solving), DMR (Diskursus Multy Reprecentacy), download bse, Examples Non Examples, Explicit Instruction, Generatif, GI (Group Investigation), Hibrid, Improve, Integrated, IOC (Inside Outside Circle), Jigsaw, Kontekstual (CTL Contextual Teaching and Learning), Kooperatif (Cooperative Learning), KUASAI, Kumon, LAPS-Heuristik, Make-A Match, MEA (Means-Ends Analysis), metode pembelajaran, MID (Meaningful Instructionnal Design), Mind Mapping, Model-Model Pembelajaran, model-pembelajaran, NHT (Numbered Head Together), Pair Checks, pembelajaran, Pembelajaran Berbasis masalah (PBL Problem Based Learning), Pembelajaran Bersiklus (cycle learning), Pembelajaran Langsung (DL Direct Learning), penggunaan prinsip belajar di smp, Picture and Picture, Probing-prompting, Problem Posing, Problem Solving, Problem Terbuka (OE Open Ended), Quantum, Reading, Realistik (RME Realistic Mathematics Education), Reciprocal Learning, Role Playing, SAVI, Scramble, Snowball Throwing, SQ3R (Survey Question Read Recite Review), SQ4R (Survey Question Read Reflect Recite Review), STAD (Student Teams Achievement Division), Student Facilitator and Explaining, Superitem, TAI (Team Assisted Individualy), Take and Give, Talking Stick, Tari Bambu, TGT (Teams Games Tournament), Time Token, TPS (Think Pairs Share), Treffinger, TS-TS (Two Stay – Two Stray), TTW (Think Talk Write), VAK (Visualization Auditory Kinestetic)
Category
UTAMA