PORTAL PENDIDKAN

MODEL PEMBELAJARAN-BSE DOWNLOAD

problem Posing dalam Pembelajaran Matematika


Sesuai dengan kedudukan problem posing merupakan langkah awal dari problem solving, maka pembelajaran problem posing juga merupakan pengembangan dari pembelajaran problem solving. Silver dkk (Sutiarso: 2000) menyatakan bahwa dalam problem posing diperlukan kemampuan siswa dalam memahami soal, merencanakan langkah-langkah penyelesaian soal, dan menyelesaikan soal tersebut. Ketiga kemampuan tersebut merupakan juga merupakan sebagian dari langkah-langkah pembelajaran problem solving.
Mengenai keterkaitan antara problem solving dengan problem posing, Brown & Walter (1993: 21) mengemukakn bahwa posing dan solving berhubungan antara satu dengan yang lainnya seperti orang tua terhadap anak, anak terhadap orang tua dan sebaik saudara kandung. Penelitian Silver dan Cai (1996: 521) menemukan hubungan positif yang kuat antara problem solving dan ketrampilan problem posing anak sekolah menengah. Sedangkan penelitian Hashimoto (Silver dan Cai, 1996: 522) menunjukkan bahwa pembelajaran problem solving menimbulkan dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam problem solving.
Mengenai peranan problem posing dalam pembelajaran matematika, Sutiarso (2000) menjelaskan bahwa problem posing adalah adalah suatu bentuk pendekatan dalam pembelajaran matematika yang menekankan pada perumusan soal, yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir matematis atau menggunakan pola pikir matematis. Hal ini sejalan dengan English (1998) yang menjelaskan bahwa problem posing adalah penting dalam kurikulum matematika karena di dalamnya terdapat inti dari aktivitas matematika, termasuk aktivitas di mana siswa membangun masalahnya sendiri. Silver (1994) dan Simon (1993) mengemukakn bahwa beberapa aktivitas problem posing mempunyai tambahan manfaat pada perkembangan pengetahuan dan pemahaman anak terhadap konsep penting matematika (English: 1998).
Brown dan Walter dalam Hamzah (2003: 19) menyatakan bahwa pengajuan masalah matematika tersiri dari dua aspek penting, yaitu accepting dan challenging. Accepting berkaitan dengan kemampuan siswa memahami situasi yang diberikan oleh guru atau situasi yang sulit ditentukan. Sementara challenging, berkaitan dengan sejauh mana siswa merasa tertantang dari situasi yang diberikan sehingga melahirkan kemampuan untuk mengajukan masalah matematika.
Suryanto dalam Zahra (2007: 6) menjelaskan bahwa:

  1. Problem posing adalah perumusan soal sederhana atau perumusan ulang soal yang ada dengan beberapa perubahan agar lebih sederhana sehinga soal tersebut dapat diselesaikan. Ini terjadi pada soal-soal yang rumit.
  2. Problem posing adalah perumusan soal-soal yang berkaitan dengan syarat-syarat pada soal yang akan diselesaikan menekankan pada pengajuan soal oleh siswa.
  3. Problemposing adalah pengajuan soal dari informasi yang tersedia, baik dilakukan sebelum, ketika atau setelah kegiatan penyelesaian.

Silver dalam Hamzah (2003: 18) menemukan bahwa pendekatan problem posing merupakan suat aktivitas dengan dua pengertian yang berbeda yaitu:

  1. Proses pengembangan matematika yang baru oleh siswa berdasarkan situasi yang ada
  2. Proses memformulasikan kembali masalah matematika dengan kata-kata sendiri berdasarkan situasi yang diberikan. Dengan demikian, masalah matematika yang diajukan oleh siswa mengcu pada situasi yang telah disiapkan oleh guru.

Selanjutnya Hamzah (2003: 17) mengemukakan bahwa dalam pustaka pendidikan, problem posing dalam matematika oleh siswa mempunyai 3 pengertian.

  1. Problem posing (pengajuan masalah)adalah rumusan masalah matematika sederhana atau perumusan ulang masalah yang telah diberikan dengan beberapa cara dalam rangka menyelesaikan masalah yang rumit.
  2. Problem posing (pengajuan masalah) adalah perumusan masalah matematika yang berkaitan dengan sarat-sarat pada masalah yang dipecahkan dalam rangka mencari alternatif pemecahan masalah yang relevan.
  3. Problem posing (pengajuan masalah) adalah merumuskan atau mengajukan pertanyaan matematika dari situasi yang diberikan, baik diajukan sebelum, pada saat atau setelah pemecahan masalah.

Dari beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa pendekatan problem posing adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika dimana siswa diminta untuk merumuskan, membentuk dan mengajukan pertanyaan atau soal dari situsi yang disediakan. Situasi dapat berupa gambar, cerita, atau informasi lain yang berkaitan dengan materi pelajaran.

Artikel Lainnya

11 to “problem Posing dalam Pembelajaran Matematika”

  1. denmas_dwi says:

    thanks…..
    sangat menarik. bisa minta daftar pustakanya??

    trimakasih

  2. afdillah says:

    bisa minta bahan nya ga…

  3. yuni says:

    bisa minta sintaknya ga…???

  4. Eka says:

    Untuk pedoman penskoran problem posing gimana ya? Mohon bantuan.
    email admin@amalia.web.id

  5. sri says:

    bisa kirimkan daftar pustakanya ndak??

  6. lulu azalea says:

    saya sedang membuat skripsi ttg problem posing tapi saya kesulitan mencari bukunya…mohon bantuannya kalau anda tau tempat menemukan buku tentang problem posing..informasi dr anda sangat saya harapkan…trmksh
    ini email saya : lulu_azalea@yahoo.com

  7. sinta says:

    saya bingung untuk menentukan penskoran problem posing, pusing banget cari bukunya,,,
    tolong banget informasi buku referensinya…..
    kalo bisa segera mungkin y???!!!!

  8. andi says:

    saya pusing cara membuat rpp problem posing matematika, bisa tolong buatkan rpp matematika smp kela berapa saja dan skenario pembelajarannya.

  9. Rusmin madia says:

    Assalamualikm…ww
    boleg g’ ibu contoh RPPnya…
    terima kasih sebelumnya..

  10. siska apulina says:

    bisa minta referensinya, ga?
    sintaks dan RpP nya..
    makasi…

  11. fauziah says:

    ass,
    bs kirimkan referensi tentang problem posing sekalian dengan sintaknya ke email “ziaf47@yahoo.com”
    terimakasih sebelumnya



Leave a Reply

  • Jual Buku Online

  • jual buku

  • tags:

  • muhfida.com pagerank

    Free PageRank Checker


↑ Top